HOTGAME ::>>
Nomor 197
Kamis 24 Mei 2007

Mailing List

Newsletter

GMIC 2007
FEATURE





OPINI GAMERS TENTANG KEKERASAN DALAM GAME

“Gamenya sih nggak salah. Tetapi coba deh gamernya yang membatasi diri dan emosi. Yang paling penting bisa membatasi antara game dengan dunia nyata!” (Sofi)

Faktor Fun Jangan Dihilangkan

Dhika

Game mengandung kekerasan yang pernah dimainin:
Duke Nukem, Doom, Wolfenstein 3D, Heretic, Quake, Counter Strike. Dan sekarang lagi main Battlefield. Tapi game-game fighting sih sering dimainin seperti Street Fighter, Fatal Fury, dan sebagainya.


Gamer yang hobi banget main game online ini baru bisa mengetahui dan membedakan game keras dengan game lainnya sejak SMP. Dan nggak suka sama orang yang berbuat kasar baik dalam game (online) maupun dalam dunia nyata.
“Tingkat kekerasan dalam game banyak banget” ucapnya, “sampai-sampai hampir semua game yang asik dimainin pasti yang mengandung kekerasan atau bahkan pornografi, tapi itu semua dalam game dan seharusnya gamer bisa membedakan mana game dan mana realita”.

Jangan salah, kekerasan game ternyata bukan hanya ada di game offline, bahkan sebenarnya game online bisa lebih berpengaruh ke dunia nyata. Pemain game online ini sempat bercerita tentang gamer yang istrinya ikut main game online dan diganggu oleh gamer lainnya dengan rayuan dan kata-kata kotor, pemain tersebut nggak terima dan mendatangi orang tersebut sampai akhirnya adu jotos! Nah… dari pengalaman ini sebaiknya gamer ngerti soal prilaku, kesopanan dan perkataan dalam game (online) juga harus dijaga, supaya nggak mennyulut keributan yang pengaruhnya sampai kedunia nyata.

Dhika juga sempat menyinggung peristiwa Virginia Tech, memang inspirasinya boleh aja dia bilang dari game, tapi kembali ke faktor manusianya ajah… kalau dia berfikir dewasa hal seperti itu pasti nggak terjadi!

Dhika berpendapat “Sebenarnya game dengan aksi kekerasan itu bisa dimanfaatkan untuk pelampiasan, jadi apa yang nggak bisa kita lakuin didunia nyata bisa dilakuin di dunia maya! Misalnya aja dia nggak bisa balapan dijalan atau main perang-perangan yang berbahaya, sebenernya dia bisa lakuin itu dalam game”.

Sebenarnya pembatasan umur memang penting dalam bermain game, tapi kembali lagi faktor umur juga sebenarnya bukan jaminan karena faktor kedewasaan juga harus ada. Jadi pembatasan dalam bermain game itu sangat penting, baik itu dari faktor umur maupun kedewasaan sehingga gamer tersebut bisa membedakan antara dunia nyata dengan dunia maya.

Definisi game keras: “kalo lo lakuin ke orang nggak enak, itu pasti game keras!”

Pesan buat gamer:
Jangan lupa ini hanya game, walaupun game tapi tolong emosi dijaga (game online). Kalau main game, jangan lupa dengan dunia nyata. 

Back

Next


     Copyright © 2000 HOTGAME All rights reserved.