HOTGAME ::>>
Nomor 197
Kamis 24 Mei 2007

Mailing List

Newsletter

GMIC 2007
FEATURE



 
Cho Seng-Hui

 
Jack Thompson

Doktor Phil McGraw

 
Dr. Rose Mini A.P, M.Psi

Game dan Agresivitas Gamer

Sekelompok gamer mengadakan unjuk rasa bulan lalu di New York. Peristiwa langka ini dipicu oleh beberapa pihak yang mengklaim bahwa tragedi yang terjadi di kampus Virginia Tech disebabkan oleh game komputer yang penuh kekerasan. Pertanyaan yang selalu berulang kali terjadi adalah, benarkah video game membuat gamer jadi agresif. (rmd/berbagai sumber)

Pemicu Kekerasan
Apakah kamu mengikuti perkembangan kasus penembakan yang terjadi di Kampus Virginia Tech? Seperti yang HotGame tulis di rubrik Loading edisi 196 lalu, seorang mahasiswa bernama Cho Seng-Hui (warga Amerika keturunan Korea), pada 16 April lalu menjadi pelaku utama dari peristiwa pembantaian menggunakan senjata api di kampus Virginia Tech, Amerika Serikat, yang menewaskan 33 orang.

Meski kejadian ini cukup menggemparkan, pada mulanya nggak ada sangkut pautnya sama sekali dengan dunia video game. Menurut keterangan polisi dan guru pengajarnya, Hui hanya dikabarkan sudah lama menderita gangguan mental. Sampai suatu hari, pengacara kontroversial bernama Jack Thompson membuat pernyataan dalam satu wawancara di televisi NBC bahwa Hui sebetulnya korban video game Counter Strike. Game jadul yang masih banyak dimainin sampai sekarang.

Pernyataan Thomson semakin panas setelah tokoh televisi Doktor Phil McGraw di program televisi CNN serta merta menyalahkan video game berbau kekerasan yang dimainkan Hui sebagai salah satu pemicu latar peristiwa berdarah tersebut.

Para gamer di Amrik pun marah dengan pernyataan dua tokoh masyarakat ini. Mereka lalu berkumpul dan bikin rencana demo. Kebetulan ada sponsor yang mau membiayai, Empire Arcadia. Perusahaan yang biasa menyelenggarakan kompetisi game. Walaupun Empire Arcadia sama sekali nggak mau nyebut-nyebut komentar Dr.Phil dan Thomson, mereka ikut menyampaikan ungkapan duka cita dan menentang pernyataan mereka, karena tanpa bukti.

"Para demonstran akan menunjukkan bahwa gamer nggak bisa disalahkan atas kejadian tragis di Virginia Tech. Kami akan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk membantu mengakhiri peristiwa seperti ini. Kami meminta pada seluruh ketua komunitas gamer, organisasi hingga para gamer sendiri, untuk berkumpul memberikan penghormatan. Kami akan datang bukan sebagai gamer namun untuk sebagai manusia yang menginginkan perdamaian."

”Saya juga nggak setuju dengan pernyataan itu kalau nggak didukung riset.” ujar Dr. Rose Mini A.P., M.Psi, psikolog dari Universitas Indonesia. 

Efek Negatif
Penelitian efek video game pada player sekarang dianggap sudah semakin mendesak seiring dengan meningkatnya persentase pertumbuhan permainan ini. Game yang tersedia di pasaran makin bervariasi dengan berbagai genre. Selain memberikan efek positif seperti merangsang kerja otak dan refleknya hingga menjadi lebih cerdik, serta meningkatkan koordinasi antara mata dan jari, juga efek negatif di luar manfaat yang diberikan. Meski belum terbukti hubungannya, sebagian pengamat percaya bahwa aksi kekerasan di video game atau media lain punya andil mendorong perilaku gamer menjadi agresif.

Beberapa hasil penelitian sementara menyimpulkan bahwa orang yang bermain game kekerasan menjadi lebih agresif dan berpeluang melakukan tindak kekerasan. Akan tetapi, banyak juga yang berpendapat bahwa bukan gamenya yang mengubah perilaku, tetapi memang sudah dari sononya si gamer punya kecenderungan bertindak kasar.

Hal ditunjukan dari hasil penelitian psikolog, Bruce Bartholow dari Universitas Missouri-Columbia, AS, terhadap kakak beradik yang main bukan game kekerasan, yaitu game balap. Kenapa seorang kakak sampai nekad memukul adiknya hanya karena kalah balapan. Begitu juga ketika si adik main sendiri. Karena kesal kalah terus main dengan gamenya, tahu-tahu kontrolernya dibanting sampai pecah. Apa ini juga pengaruh dari game?

Back

Next


     Copyright © 2000 HOTGAME All rights reserved.